Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara Melaspas dan Pasupati Pelawatan di Pura Dalem Penataran Sumerta

(Dutabalinews.com), Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Upacara Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Ratu Made Sedaya di Pura Dalem Penataran Sumerta, Desa Adat Sumerta, bertepatan dengan Wraspati Kliwon Warigadean, Kamis (3/4). Upacara ini dilaksanakan setelah proses perbaikan dan ngayum busana pelawatan selesai dilakukan. Tampak hadir Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra, Camat Denpasar Timur, Ni Ketut Sri Karyawati, serta seluruh krama Desa Adat Sumerta.

Kelian Prajuru Penyatusan Abiankapas Ketapian Desa Adat Sumerta, I Made Tirana, menjelaskan bahwa Upacara Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Ratu Made Sedaya ini dilaksanakan setelah proses ngayum busana selesai. Hal ini dilakukan karena kondisi busana pelawatan yang sudah mengalami kerusakan. Proses pengerjaan ngayum busana dimulai sejak bulan Januari lalu, dan setelah selesai, dilanjutkan dengan Upacara Melaspas dan Pasupati. Selanjutnya, dilakukan pula Upacara Mesuci yang diikuti dengan Upacara Melasti. I Made Tirana menambahkan, upacara ini merupakan bentuk sradha dan bhakti krama Desa Adat Sumerta kepada Ida Bhatara Sesuhunan, yang diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan, dan kemakmuran bagi seluruh krama desa. “Semoga melalui upacara ini, krama Desa Adat Sumerta selalu dalam lindungan Tuhan dan diberikan anugerah kemakmuran serta kerahayuan,” ujarnya.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Upacara Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Ratu Made Sedaya ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan sradha serta bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Menurutnya, ini juga merupakan kesempatan untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan, sebagai implementasi dari Tri Hita Karana. “Dengan pelaksanaan upacara ini, mari kita tingkatkan rasa sradha dan bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (hms)

Baca Juga :  Jaga Keindahan Wajah Kota, Satpol PP Denpasar Tertibkan Alat Peraga Promosi Kedaluwarsa, PKL, hingga Manusia Silver