Pemkot Denpasar Beri Modal Usaha dan Perlindungan Sosial bagi Disabilitas

(Dutabalinews.com), Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial menggelar bakti sosial berupa pemberian bantuan modal kewirausahaan dan perlindungan sosial bagi penyandang disabilitas. Bantuan diserahkan oleh Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, kepada enam perwakilan penyandang disabilitas yang terdiri atas kaum tuli, tunanetra, disabilitas fisik, dan skizofrenia di Gedung Nawasena Denpasar, Selasa (26/8). Turut hadir Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar, Sudarwoto, serta Human Capital Manager Prama Sanur Beach Bali, Agung Arinata.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laksmi Saraswati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program Pemkot Denpasar melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Prama Sanur Beach Bali lewat program CSR. Bantuan yang diberikan berupa modal usaha dalam bentuk kompor senilai Rp500 ribu per unit serta stimulus iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama 12 bulan bagi enam pekerja rentan penyandang disabilitas dengan total anggaran Rp1.209.600. Para penerima manfaat meliputi Ayu Intan Melisa Maharani dan I Wayan Sugiantara (Tuli), I Wayan Agus Trinata (Skizofrenia), Putu Suardinata Angga Prawita (Disabilitas Fisik), serta Ayu Septiarini dan Kasti’ah (Netra).

Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, mengapresiasi dukungan BPJS Ketenagakerjaan dan Prama Sanur Beach Bali atas kepedulian terhadap penyandang disabilitas. Hal senada disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar, Sudarwoto, yang berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat dan perlindungan bagi seluruh pekerja, termasuk penyandang disabilitas. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan penyandang disabilitas di Kota Denpasar mendapatkan kesempatan setara untuk meningkatkan taraf hidup dan memperoleh perlindungan kerja yang layak. (hum)

Baca Juga :  ​BI Bali kembali Salurkan Program PSBI Kepada 13 Kelompok Masyarakat di Gerokgak Buleleng