Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar Implementasikan Model Ginalatrik di Desa Batubulan Kangin

(Dutabalinews.com), Stunting dan gizi kurang masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, termasuk di Provinsi Bali. Masalah ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif anak. Faktor penyebab stunting antara lain kurangnya akses pangan bergizi, pola asuh yang kurang optimal, serta kesulitan makan pada anak. Pemerintah telah melakukan intervensi sensitif dan spesifik, namun diperlukan inovasi program lain yang lebih holistik dan terintegrasi. Salah satunya adalah model “Ginalatrik” yang dikembangkan oleh Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar melalui inisiator Dr. I Wayan Juniarsana, SST, M.Fis bersama tim.

Model Ginalatrik merupakan integrasi antara edukasi gizi, stimulasi pijat Tuina, dan latihan psikomotorik untuk balita stunting dan gizi kurang. Inovasi ini telah melalui kajian riset selama dua tahun dan terbukti memberikan hasil positif, seperti peningkatan pengetahuan gizi, status gizi, hingga perbaikan tinggi badan balita stunting. Untuk memperluas manfaatnya, dilakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa Mitra (PPDM) berupa pelatihan dan implementasi Model Ginalatrik bagi kader posyandu di Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Pelatihan tahap I dilaksanakan pada Senin, 1 September 2025 di kantor Desa Batubulan Kangin. Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Pembina Kader Posyandu, Kepala Puskesmas Sukawati II, Kepala Puskesmas Pembantu Desa Batubulan Kangin, pendamping kader, kader posyandu se-Desa Batubulan Kangin, tim dosen pengabdi, dan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar. Para dosen tim penggagas, yakni Dr. I Wayan Juniarsana, SST, M.Fis, I Gusti Sudita Puryana, STP, MP, serta I Gusti Agung Ari Widarti, DCN, M.Kes, memberikan materi seputar edukasi gizi, pijat Tuina, hingga latihan psikomotorik. Peserta juga mengikuti sesi pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman. Pelatihan berlangsung interaktif dengan demonstrasi gerakan pijat dan latihan psikomotorik. Antusiasme peserta sangat tinggi, mereka berharap program ini berlanjut secara berkesinambungan demi percepatan penurunan stunting di Desa Batubulan Kangin khususnya, serta di Bali pada umumnya. Tahap II kegiatan akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi implementasi di seluruh posyandu desa tersebut.

Baca Juga :  QNET dan Kodim 1611/Badung Konsisten Rawat Ribuan Bakau di Pesisir Bali