Perkuat Riset Terapan, 11 Mahasiswa Doktor Politeknik Negeri Bali Lolos Ujian Proposal
(Dutabalinews.com), Sebelas Mahasiswa Program Doktor Politeknik Negeri Bali telah berhasil lolos Ujian Proposal Disertasi yang diselenggarakan pada 23, 24, dan 25 Januari 2026.
Kegiatan akademik penting ini berlangsung di dua lokasi representatif, yaitu Wyndham Inn dan Grand Istana Rama Hotel, Kuta, Bali, yang dipilih untuk mendukung suasana akademik yang kondusif, profesional, dan berstandar internasional.
Ujian proposal ini menjadi tahap krusial dalam perjalanan akademik para mahasiswa doktoral, karena menandai kesiapan konseptual, metodologis, dan kontribusi ilmiah dari masing-masing kajian yang diusulkan.
Selama proses ujian, para peserta diuji secara komprehensif oleh tim penguji dan promotor yang berkompeten, mencakup ketajaman perumusan masalah, kebaruan (novelty) kajian, kerangka teoretis, desain metodologi, serta relevansi riset terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik profesional, khususnya di bidang vokasi, pariwisata, dan industri kreatif.
Keberhasilan seluruh peserta dalam melewati tahapan ini mencerminkan kualitas pembinaan akademik Politeknik Negeri Bali, sekaligus menunjukkan meningkatnya kapasitas riset doktoral yang berorientasi pada solusi nyata, keberlanjutan, dan penguatan daya saing nasional.
Pelaksanaan ujian di lingkungan hotel juga merepresentasikan sinergi antara dunia akademik dan industri, sejalan dengan semangat pendidikan vokasi dan terapan yang menjadi ciri khas Politeknik Negeri Bali.
Capaian ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi para mahasiswa doktoral, tetapi juga memperkuat peran Politeknik Negeri Bali sebagai institusi yang konsisten melahirkan peneliti dan pemikir strategis yang siap berkontribusi pada pembangunan sektor pariwisata dan industri berbasis pengetahuan di tingkat nasional maupun global.
“Saya berharap disertasi ini tidak hanya dinyatakan lulus secara akademik, tetapi juga diakui sebagai model inovatif dan aplikatif dalam pengelolaan limbah industri perhotelan,” ujar General Manager Grand Istana Rama Hotel (GIRH) Ketut Darmayasa.
“Melalui pendekatan I-BESTIE model, kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan kebijakan dan praktik Green Hotel di Bali, serta memberi dampak nyata bagi keberlanjutan pariwisata dan lingkungan,” tambahnya.
Adapun penguji ada 8 profesor di antaranya Prof. Dr. I Putu Astawa,S.E.,M.M.; Prof. Dr. I Gede Mudana.,M.Si.; Prof. Dr. I Made Darmaoka, M.Par.; Prof. Dr. Ni Made Ernawati, MATM., Ph.D; dan Prof. Dr. I Gede Ginaya, M.Si. (ist)
