Ciputra Beach Resort Bersama Seven Clean Seas Ajak Ratusan Peserta Bersih Pantai di Tabanan

(Dutabalinews.com), Ciputra Beach Resort bersama Seven Clean Seas (SCS) melakukan aksi bersih di Pantai Batu Tampih Tabanan, Sabtu (14/2/2026). Aksi yang digelar sejak pagi itu melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan di antaranya volunteer, restoran-restoran sekitar, partners dan pihak Ciputra.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran, kasih sayang dengan lingkungan serta menjaga kebersihan pesisir Tabanan,” ungkap William Hendharto Ciputra selaku GM Business Development of Ciputra Group / Owner Ciputra Beach Resort di sela-sela aksi bersih pantai yang dikemas dalam “Bali Beach Clean Up” tersebut.

Dikatakan William. inisiatif ini sudah ia rencanakan dari tahun lalu. Pembersihan dan pelestarian lingkungan itu sangat penting. “Di market apapun yang kita masuk, kita pikir secara jangka panjang. Jadi seperti yang aku sebut tadi, Ciputra Beach Resort dengan total 80 hektar, yang kita sudah kembangkan cuma 12. Jadi masih ada banyak yang belum dikembangkan,” tambahnya.

Bali Beach Clean Up (BBCU) ini sebagai aksi bersama untuk menjaga kebersihan pantai di Bali. “Dan yang kita sudah kembangkan pun sebagian itu pendapatan ulang, jadi bukan seperti kita jual putus saja. Jadi kita perlu menjaga lingkungan supaya orang yang tinggal di sini bisa terus menikmati Bali,” tambahnya.

William menegaskan visi-misinya untuk mengembangkan tempat agar pantai tidak hanya dinikmati segelintir orang tapi untuk orang banyak. “Yang bisa dinikmati tidak hanya orang tua, kakek-nenek. Tapi bisa dinikmati anak-anak kita, cucu-cucu kita, dan seterusnya juga,” jelasnya.

Dikatakan event-event seperti ini akan terus dilakukan. Karena ini isu yang sangat penting. Terutama kalau dilihat yang terjadi banjir dan adanya cuaca yang ekstrem. “Jadi sangat penting kita terus menyadarkan orang, semua orang yang berkunjung ke sini untuk kepentingan lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu CSR Manager Seven Clean Seas, Mabel Anjali Primana mengatakan Seven Clean Seas terus melakukan beach clean up seperti ini, pastinya terutama di Bali. “Tapi kita juga ingin menyusuri sekeliling Indonesia, melakukan beach clean up, partner dengan Ciputra, dengan perusahaan-perusahaan lainnya juga untuk melihat Indonesia lebih bersih,” ungkapnya.

Baca Juga :  Astra Motor Bali Dukung Pengembangan Kurikulum TEFA di SMK Negeri 3 Singaraja

Mabel mengungkapkan tantangan pastinya perlu edukasi. “Bali memang sudah bagus untuk bisa men-segregasi sampah-sampahnya. Tapi kita masih perlu bikin awareness, bikin edukasi untuk semua masyarakat,” jelasnya.

Dalam aksi bersih-bersih pantai kali ini melibatkan sekitar 150 orang, ada dari volunteer restoran-restoran sekitar, dari partners dan Ciputra juga. “Jadi kita lihat itu lumayan ada awareness. Masyarakat sekitar juga terlibat. Kita melakukan beach clean up selalu melibatkan desanya, banjarnya juga, jadi pastinya semuanya,” jelasnya.

Mabel menambahkan, sampah yang paling banyak di Bali dan di Indonesia plastik botol. Sebenarnya bisa didaur ulang dan pihaknya mendaur ulang itu. Dikatakan kalau mengedukasi pastinya untuk yang pertama agar bisa men-segregasi sampah. Di Bali ada yang anorganik, organik, dan juga residu.

Kalau yang anorganik sepertinya memang sesuatu yang bisa didaur ulang dan bisa dijual kembali, cuma di Indonesia mungkin masih perlu infrastruktur untuk waste management. Pihaknya ingin mengajak orang agar menumbuhkan rasa kasih sayang dengan lingkungan.

Adapun, sampah yang diutamakan untuk dipungut yakni sampah plastik. Nantinya sampah-sampah itu kemudian dipilah khususnya yang bisa didaur ulang. SCS merupakan organisasi yang concern terhadap kampanye bahaya sampah plastik terhadap lingkungan, terutama laut. Organisasi ini berbasis di Singapura. (ist)