Mudarta: “Lockdown” Solusi Putus Mata Rantai Covid-19

(Dutabalinews.com),Pemerintah Provinsi (Pemrov) Bali telah menyiapkan lokasi yang dijadikan tempat Isolasi Terpusat (Isoter) bagi warga terpapar Covid-19.

Untuk Kota Denpasar sendiri menyedikan 9 tempat yang digunakan untuk menjalani Isoter.

“Dari data terakhir karin jumlah yang positif bertambah menjadi 179 orang, sehingga dari data komulatif kasus positif Covid-19 di Denpasar mencapai 34.429 orang, sembuh 29.053 orang, meninggal 654 orang dan yang masih dalam perawatan 3.740 orang, ” kata Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta ketika ditemui di kantornya, Kamis (19/8).

Terkait peningkatan kasus Covid-19, dirinya sangat mendukung adanya Isoter di seluruh Bali dalam upaya penanggulangan dan pemutusan mata rantai Covid-19.

Seperti yang kita ketahui, semenjak Menteri Kemaritiman dan Investigasi Luhut Binsar Pandjaitan datang ke Bali meninjau beberapa lokasi Isoter langsung memberikan respon positif untuk Pemrov Bali. Karena dengan Isoter ini bisa memulihkan kesehatan masyarakat, dan patut untuk diacungkan jempol.

“Dengan disiapkan Isoter oleh Pemrov Bali yang sudah dipusatkan di Kabupaten/Kota di Bali, maka saya sendiri sangat yakin bisa memutus mata rantai Covid-19, ” ucapnya.

Mudarta juga mengatakan,  masyarakat di Bali sudah mulai jenuh dengan kondisi seperti sekarang, kalau tidak secepatnya mata rantai Covid-19 diputus, maka masalah Covid-19 akan menjadi masalah yang cukup berkepanjangan.

“Jika saran saya mau diterima, paling tidak Bali bisa dilakukan Lockdown, dan perketat dulu pintu masuk pelabuhan. Dan selama Lockdown pemerintah harus memberikan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Paling tidak masyarakat bisa diberikan uang sebesar Rp 50 ribu perhari per orangnya selama menerapkan lockdown.

Dijelaskan, jadi uang untuk masyarakat Rp 50 ribu per orang perhari, bukan per kepala keluarga. Jadi totalnya Rp 1,5 juta per orang perbulan selama Lockdown. Kalau ditotal sekitar Rp400 triliun lebih. Cara mendapatkan uang tersebut ya jalan satu-satunya pemerintah harus kembali berani berutang. Ini juga demi memutus mata rantai Covid-19.

Kalau pemerintah sulit menerapkan Lockdown, ada cara lainnya yakni disamping menyiapkan Isoter seperti yang sudah dipersiapkan. Paling tidak pemerintah harus tetap menggencarkan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) pada seluruh warga atau orang yang sempat kontak dengan pasien Covid-19.

Baca Juga :  Agus Wirajaya: Pemilih Harus Jeli Mencerna Kampanye Paslon

Sembari menambahkan untuk lokasi Isoter juga harus dijaga oleh TNI/POLRI dan tenaga kesehatan. Selanjutnya pemerintah juga harus rutin memberikan edukasi dan pemahaman kepada pasien maupun masyarakat luas untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Kalau semua masyarakat disiplin dan mau mentaati segala aturan prokes, maka mata rantai Covid-19 bisa segera diputus,” tambahnya. (sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *