Drs. Suata: Bali Harus Bisa Jadikan Olahraga “Sport Tourism Industry”
(Dutabalinews.com),Olahraga harus dikemas agar bisa menghasilkan uang sehingga menjadi lebih mandiri dan maju. “Jadi harus kerja keras, bisa membuat event nasional maupun internasional agar olahraga tersebut menjadi sport tourism industry.
Kalau Ketum KONI yang baru mampu menggelar event nasional maupun internasional semua sektor bergerak dan pelaku pariwisata dan pemerintah ikut kecipratan,’’ ujar tokoh olahraga Drs. I Ketut Suata, Kamis (17/2) di Denpasar saat ditanya figur Ketua KONI Bali 2021-2026.
Suata menegaskan dirinya tidak memiliki jago untuk calon Ketum KONI Bali periode 2021-2026. Semua pengprov memiliki calon, namun semua itu menjadi rekomendasi orang nomor 1 di Bali. “Kami berharap Gubenur Bali bisa memilah dan memilih yang layak dan cocok dijadikan Ketum KONI Bali mendatang agar olahraga ini tambah maju,’’ papar Suata yang juga mantan Pencab Forki Badung ini.
Suata mengingatkan Ketum KONI yang baru agar tidak berobsesi selalu mendapat bantuan dana pemerintah. Pasalnya, uang yang dipakai membiayai olahraga dari uang rakyat disetor melalui pajak ke Pemerintah Provinsi Bali. Jadi harus transparan penggunaannya dan diketahui publik.
Jangan sampai masyarakat tidak tahu penggunaan anggaran yang disalurkan Pemprov Bali kepada KONI Bali. ”Dan semua cabor wajib mendapat bantuan uang pembinaan secara transparan,’’ ujarnya.
Suata mengakui, prestasi atlet tidak jatuh dari langit, namun melalui pembinaan secara berjenjang dan berkesinambungan. Pembinaan atlet dilakukan sejak usia dini dengan mengikuti disiplin, etika dan sopan santun. Kalau pembinaan atlet sejak usia dini dilakukan otomatis membutuhan dana yang cukup besar dari masing-masing cabor.
”Bila calon Ketum KONI Bali yang baru memiliki pikiran yang bagus bisa menggali potensi yang ada sehingga tidak perlu menunggu bantuan dari pemerintah. Bagaimana caranya pemerintah bisa mengeluarkan dana kecil untuk KONI Bali. Sekarang Ketum KONI Bali terpilih harus proaktif mencari dana untuk mendukung kegiatan olahraga. Jangan hanya menunggu bantuan dana dari Pemprov Bali. Jangan sampai ketika tidak ada bantuan dana kegiatan olahraga mandeg,’’ ucapnya.
Disinggung kepemimpinan Ketum KONI Bali dua periode I Ketut Suwandi, dikatakan sangat bagus tertutama pembinaan prestasi. Sehingga mampu mengangkat Bali dari peringkat 6 besar di PON Jawa Barat tahun 2016 ke posisi 5 besar di PON Papua 2021 dengan mengoleksi 28 medali emas, 25 perak, 53 perunggu. Tapi masih ada yang kurang pertanggungjawaban masalah keuangan kepada masyarakat khususnya dan cabor-cabor umumnya. Cabor-cabor yang melaksanakan kegiatan lokal maupun nasional ibaratkan pengemis merengek-rengek minta dana bantuan ke KONI Bali. Dia juga menegaskan, dirinya melihat masih ada cabor kurang mendapat perhatian.
Untuk itu, Suata berharap Ketua KONI Bali mendatang harus bahu membahu memajukan olahraga di Bali. Untuk menggapai prestasi, kepengurusan yang baru harus bekerja keras bersama cabor-cabor. (nom)