PKK Denpasar Tegaskan Peran Ibu Rumah Tangga sebagai Kunci Pengelolaan Sampah
(Dutabalinews.com), Permasalahan sampah, khususnya sampah rumah tangga, masih menjadi tantangan serius di Kota Denpasar seiring meningkatnya jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi. Kondisi ini kian mendesak mengingat rencana penutupan TPA Suwung, sehingga diperlukan perubahan pola pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Hal tersebut mengemuka dalam talkshow Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) yang digelar di Areal Denpasar Festival pada Selasa (23/12) di Kawasan Catur Muka Denpasar, mengangkat tema “Mulai dari Rumah: Ibu Rumah Tangga sebagai Garda Terdepan Kelola Sampah.” Kegiatan ini menghadirkan Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Penjabat Ketua DWP Kota Denpasar Ny. I Gusti Ayu Suwandewi Eddy Mulya, serta penggiat lingkungan Dr. Ida Ayu Maharatni.
Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara menegaskan bahwa ibu rumah tangga memiliki peran strategis sebagai pengelola utama aktivitas keluarga. Kebiasaan memilah, mengurangi, dan mengolah sampah sangat dipengaruhi oleh peran ibu dalam menentukan pola konsumsi sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada seluruh anggota keluarga. Karena itu, TP PKK terus mendorong penerapan prinsip 3R melalui kelompok Dasawisma. Sementara itu, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan bahwa tantangan utama pengelolaan sampah rumah tangga adalah konsistensi dan masih minimnya pemahaman nilai ekonomi sampah. GOW berperan memfasilitasi pelatihan pengolahan sampah anorganik serta menjalin kerja sama dengan bank sampah agar sampah dapat dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi bagi keluarga.
Penjabat Ketua DWP Kota Denpasar Ny. I Gusti Ayu Suwandewi Eddy Mulya menambahkan bahwa keluarga ASN diharapkan menjadi teladan dalam pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah. Talkshow ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan peran aktif seluruh keluarga, dengan ibu rumah tangga sebagai garda terdepan menuju Denpasar yang bersih dan berkelanjutan. (hms)
