Global

Pengembangan Benoa, Tiga Fasilitas BMTH Siap Dioperasikan

(Dutabalinews.com),Secara bertahap proses pengembangan Pelabuhan Benoa dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) mulai terlihat wujudnya.

Meski berada di tengah pandemi Covid-19, semangat tim PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III untuk melakukan akselerasi dan menjalankan amanah membangun BMTH sangat tinggi.

Alhasil, sedikitnya 3 fasilitas  di BMTH siap untuk dioperasikan. Direktur Utama Pelindo III U. Saefudin Noer menyebut 3 fasilitas tersebut adalah Benoa Cruise Terminal (BCT), daily cruise terminal, dan gallery BMTH.

“Benoa Cruise Terminal yang digunakan untuk fasilitas naik dan turun penumpang kapal pesiar saat ini sudah siap dioperasikan. Bangunan ini memiliki luas 5.600 m2 dengan kapasitas 3.000 orang. Sebelum ada BCT, terminal penumpang yang ada hanya seluas 1.500 m2 dengan kapasitas 850 orang,” jelas Saefudin, Minggu (14/02).

Fasilitas lain yang sudah siap dioperasikan adalah daily cruise terminal yang merupakan bagian dari yacht club. Bangunan ini memiliki luas 764 m2 dengan kapasitas 200 orang yang dapat digunakan sebagai tempat untuk berkumpul dan bersantai para pengguna yacht. Daily cruise terminal akan melengkapi fasilitas yang sudah ada sebelumnya yaitu 3 dermaga ponton yang dapat digunakan untuk bersandar 7 yacht secara bersamaan.

“Kami juga menyiapkan gallery BMTH untuk memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui lebih lanjut dan mendalam mengenai BMTH. Di dalam area ini terdapat penjelasan BMTH secara lebih rinci,” tambah Saefudin.

Lebih lanjut Saefudin menambahkan pengembangan BMTH saat ini tengah memasuki tahapan pembangunan tahap ketiga yaitu fasilitas umum bagi wisatawan. Dalam tahap ini akan dibangun UMKM plaza, pusat kuliner (food court), jalur pejalan kaki, hingga area hijau.Termasuk juga penataan keindahan dengan pembangunan candi bentar dan sejumlah patung serta ornamen lain bernuansa Bali.

Pelibatan UMKM kata Saefudin sebagai bentuk implementasi Prioritas Kementerian BUMN yakni Nilai Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia. “BMTH dikembangkan dengan prinsip adaptif terhadap kearifan lokal masyarakat Bali. Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi sesuai kompetensi masing-masing dengan pemerintah daerah dan budayawan agar BMTH sesuai dengan nilai dan kultur masyarakat. Termasuk dalam UMKM kami juga melibatkan pemerintah daerah, pelaku UMKM di Bali dan PT Sarinah,” tambahnya.

Baca Juga :   CRF1100L Africa Twin: Motor Adventure Terbaru dari Honda dengan Teknologi Canggih

Pelindo III juga menyiapkan penggunaan teknologi sebagai bagian dari implementasi technology leadership untuk menunjang pelayanan terhadap pengguna kapal pesiar. Operator maupun agen kapal pesiar dapat melakukan pemesanan layanan baik labuh maupun tambat di seluruh wilayah Pelindo III melalui aplikasi Get Cruise. Pemesanan bahkan dapat dilakukan untuk layanan hingga 2 tahun ke depan.

Secara keseluruhan BMTH akan dikembangkan bertahap hingga tahun 2023 dengan luas area mencapai 128 hektar. Pembangunan BMTH merupakan wujud loyalitas Pelindo III untuk mendukung pemerintah dalam penyediaan fasilitas pelabuhan yang memadai untuk mendukung arus logistik guna peningkatan perekonomian. Saefudin menyebut kunci akselerasi dalam pembangunan BMTH adalah hubungan yang harmonis antar ekosistem yang terlibat di dalamnya mulai dari proses perencanaan hingga implementasi di lapangan.

Ditambahkan, konsep utama BMTH adalah mengoptimalkan nilai aset dan menciptakan ekosistem investasi yang sehat sebagai wujud prioritas Kementerian BUMN dengan cara memisahkan area pelabuhan untuk aktivitas barang dan energi dengan aktivitas penumpang. Saat ini aktivitas bongkar muat petikemas dan LNG masih berdampingan dengan pelayanan wisatawan pengguna kapal pesiar. Pengembangan BMTH diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para penumpang kapal pesiar yang datang melalui Pelabuhan Benoa, Bali.

“Alur dan kolam Pelabuhan Benoa di bagian tengah (dermaga timur) sudah diperdalam dari kedalaman semula minus 8 meter low water spring (MLWS) menjadi minus 12 MLWS sehingga kapal dengan panjang 350 meter atau lebih dapat bersandar di dermaga pelabuhan. Pekerjaan penunjang utama BMTH dari sisi laut tersebut akan dilanjutkan pada tahun ini hingga tahun depan agar semua titik (area utara dan selatan) memiliki kedalaman yang sama,” tutup Saefudin.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengapresiasi langkah Pelindo III yang tetap melanjutkan proses pembangunan BMTH di tengah masa pandemi Covid-19.

Menurutnya keberadaan BMTH diharapkan mampu mendorong kunjungan wisatawan asing dengan menggunakan kapal pesiar. Terlebih dengan keberadaan sejumlah fasilitas yang dapat menambah kenyamanan para pelancong.

“BMTH diharapkan dapat menjadi salah satu pengungkit kebangkitan pariwisata dan ekonomi masyarakat Bali pasca pandemi Covid-19. Terlebih nantinya di dalam BMTH terdapat keterlibatan langsung masyarakat Bali melalui UMKM dan pusat kuliner (food court),” urainya.

Baca Juga :   Pj. Ketua Dekranasda Bali Hadiri Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2024 Bali

Sementara itu Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan pihaknya hingga saat ini masih gencar melakukan sejumlah promosi pariwisata Bali ke sejumlah negara. Menurutnya, Bali menjadi salah satu tujuan utama bagi sejumlah wisatawan mancanegara pasca pandemi Covid-19.

Keberadaan BMTH dapat menjadi pintu gerbang yang memadai untuk menyambut kedatangan para wisatawan asing pengguna kapal pesiar. “Dengan kapasitas yang bertambah dan keberadaan fasilitas yang memadai dan menarik bagi wisatawan, maka Bali telah siap menyambut ribuan wisatawan yang masuk melalui Pelabuhan Benoa, saat waktunya tiba nanti ketika pandemi Covid-19 sudah berlalu,” katanya. (ist)

 

Berikan Komentar