Implementasikan Ilmu, 28 Mahasiswa Universitas Udayana Ikuti Magang Penggerak Muda Pasar Rakyat

Acara diawali dengan peninjauan terhadap hal-hal yang sudah dikembangkan oleh para mahasiswa magang PMPR di area Pasar Badung terutama terkait dengan persyaratan SNI Pasar Rakyat, Progres Digitalisasi dan Persiapan Sekolah Pasar. Sementara pertemuan dalam area serbaguna dipandu oleh Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Iqbal S. Shofwan yang diawali dengan penyampaian progres rencana aksi PMPR Kota Denpasar oleh perwakilan mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unud Prof. Ngakan Putu Gede Suardana dalam tanggapannya terhadap pelaksanaan magang PMPR ini mengatakan bahwa ini kesempatan langka bagi mahasiswa, dimana 28 orang mahasiswa dari Unud yang ikut dalam program ini, sementara yang mendaftar sebanyak 169. Pihaknya berharap ke depan jumlah yang ikut bisa ditambah. Kegiatan ini sangat mendukung kinerja Unud, terutama bagi mahasiswa di samping mengimplementasikan ilmunya juga dapat belajar di pasar dalam bersosialisasi dengan pedagang dan pengunjung.

Ini juga merupakan hal baru bagi mahasiswa yang tidak didapat di bangku kuliah. Program ini juga membantu meningkatkan kemampuan pedagang dalam digitalisasi dan  mengelola dagangannya serta memberi pemahaman bagaimana melayani pelanggan. Di samping itu diharapkan melalui sekolah pasar ini bisa meningkatkan kemampuan mereka. Sementara bagi Universitas tentu ini bagian dari target kinerja yang tertuang pada IKU, dimana minimal 20 persen mahasiswa ber-MBKM atau berprestasi. Kami mendorong mahasiswa untuk ikut kegiatan yang bagus ini, sehingga memiliki pengalaman di lapangan. Ini juga merupakan program favorit dibandingkan pertukaran pelajar.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan dalam arahannya mengucapkan terima kasih kepada Unud, Mentor dan pengelola pasar atas dukungan pada program ini. Lebih lanjut disampaikan mengenai mengapa ada kegiatan ini dan apa yang diharapkan oleh Kementerian Perdagangan dari sektor pendidikan. Ada sekitar 16 ribuan pasar di Indonesia yang kondisi kesannya kumuh, manajemen tidak bagus dan tidak higienis. Untuk itu melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghilangkan kesan tersebut. Kata kuncinya adalah ‘koordinasi’ yang sangat penting untuk jalannya sebuah program. Dalam arahannya Dirjen juga memberikan motivasi dan semangat kepada peserta magang PMPR Kota Denpasar.

Baca Juga :   Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali 2021, Ajak Generasi Muda Peduli Berbahasa

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar