dr. Bagus Persembahkan Lukisan Heroik Puputan Margarana untuk Makodam Udayana

(Dutabalinews.com), Sebuah lukisan berskala besar yang menggambarkan dahsyatnya peristiwa Puputan Margarana kini menjadi pusat perhatian di lobi Makodam IX/Udayana. Lukisan penuh detail itu merupakan karya dr. Gede Bagus Darmayasa, atau yang akrab dikenal sebagai dr. Bagus, selaku Direktur Utama RSU Puri Raharja sekaligus seniman yang kerap mengabadikan tema-tema heroik dan budaya Bali dalam karya lukisnya.

Beberapa tahun lalu, dr. Bagus menyerahkan langsung lukisan monumental tersebut kepada Pangdam IX/Udayana saat itu, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, di ruang kerja Pangdam. Momen bersejarah itu kembali ramai dibicarakan setelah foto-foto penyerahan tersebut beredar luas dan menampilkan bagaimana karya itu kini dipajang secara elegan di lobi Makodam.

dr. Bagus menceritakan bahwa ide melukis Puputan Margarana tidak datang begitu saja. Ada panggilan batin yang muncul setelah mengetahui bahwa Pangdam IX/Udayana saat itu baru saja menghadiri upacara peringatan Puputan Margarana di Marga, dan menginginkan sebuah lukisan yang mampu menggambarkan semangat kepahlawanan para pejuang Bali. Permintaan itu disampaikan langsung kepada dr. Bagus. Baginya, permintaan tersebut bukan sekadar kehormatan, tetapi juga tanggung jawab moral untuk melukiskan kembali babak penting dalam sejarah perjuangan rakyat Bali.

“Saya merasa terpanggil. Puputan adalah simbol keberanian orang Bali. Melukiskannya berarti ikut menjaga api perjuangan itu tetap hidup,” ujar dr. Bagus saat menuturkan kisah proses pengerjaan lukisan tersebut, Kamis (20/11/2025).

Dalam lukisannya, dr. Bagus menghadirkan sudut pandang dramatis tentang perjuangan pasukan Ciung Wanara di bawah pimpinan Letkol I Gusti Ngurah Rai. Ledakan besar di latar belakang, garis depan pasukan yang terus maju meski dihujani peluru, serta gerak tubuh prajurit yang digambarkan begitu tegang dan realistis menunjukkan betapa kerasnya pertempuran hari itu.

dr. Bagus menghabiskan waktu berbulan-bulan mempelajari arsip sejarah, komposisi visual, serta dinamika medan perang Margarana agar lukisannya tidak hanya indah dipandang, tetapi juga akurat secara konteks. Perpaduan teknik artistik, pengetahuan anatomi tubuh manusia, dan pemahaman mendalam tentang sejarah membuat lukisan tersebut terasa hidup dan menggugah siapa pun yang melihatnya.

Baca Juga :  ​Naff Hipnotis Penonton di Pantai Mertasari

Saat hari penyerahan tiba, dr. Bagus datang membawa lukisan berbingkai emas itu ke ruang kerja Pangdam IX/Udayana. Dalam foto-foto yang terekam, tampak ia menjelaskan setiap adegan dalam lukisan dengan penuh penghayatan, sementara jajaran perwira TNI menyimak dengan seksama.

dr. Bagus mengatakan bahwa saat itu ia merasa haru karena lukisan yang dibuat dengan sepenuh hati akhirnya diterima langsung oleh pimpinan tertinggi TNI di wilayah Bali–Nusa Tenggara. “Ini bukan sekadar lukisan. Ini adalah doa, penghormatan, dan hadiah saya untuk Bali,” ungkap dr. Bagus mengenang hari bersejarah tersebut.

Setelah penyerahan, lukisan itu ditempatkan di lobi Makodam IX/Udayana dan menjadi salah satu karya seni paling mencolok di gedung tersebut. Setiap tamu yang datang akan langsung melihat adegan heroik Puputan Margarana, seakan disambut oleh semangat perjuangan rakyat Bali yang tak pernah padam.

dr. Bagus berharap kehadiran lukisan itu dapat menjadi pengingat bagi seluruh prajurit dan masyarakat bahwa kemerdekaan adalah hasil pengorbanan luar biasa para pahlawan. “Selama semangat puputan masih dikenang, Bali tidak akan kehilangan jati dirinya,” tegasnya. Kini, karya tersebut bukan hanya menjadi koleksi bernilai tinggi, tetapi juga simbol sejarah yang terpatri di jantung institusi militer Bali. (ist)