Politik

​Krisna Budi : Harga Babi Turun, Perlu Bentuk Pansus Kestabilan Harga

(Dutabalinews.com),Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali IGK Kresna Budi mengatakan  ada kegelisahan di kalangan peternak babi dan sapi terutamanya di  harga yang masih dirasakan kurang stabil.
“Melihat kondisi tersebut, saya bersama kawan-kawan di DPRD Bali segera akan membentuk Pansus (Panitia Khusus) untuk menjaga kestabilin harga,” kata Krisna Budi, Rabu (3/5) di Denpasar.

Dijelaskan, kurang stabilnya harga ternak babi dan sapi Bali di pasaran penyebabnya adalah adanya pengiriman ternak yang tidak teratur yang berakibat pada peningkatan suplay di pasaran sehingga harga turun secara drastis.

“Dalam hal ini saya juga akan mendorong Asosiasi Pengusaha Daging dan Ternak (Aspednak) Bali dan Asosiasi Pengirim Sapi Bali (APSB) bertindak sebagai pengatur regulasi pengiriman ternak seperti yang dilakukan oleh banyak negara, tidak terkecuali Australia dan Selandia Baru. Karena melaui asosiasi yang mengatur harga dan pengiriman ternak akan menjadikan pengawasan ternak, baik babi dan sapi Bali menjadi lebih terarah dan tepat sasaran,” jelasnya.

Sembari menyampikan kalau tidak dikondisikan degan baik dari sekarang, jangan sampai habis populasi ternak di Bali yag dikarenakan harga tidak stabil. “Maka itu, saya bersama teman-teman di DPRD Bali akan mendorong Pemerintah Provinsi (Pemrov) Bali memberikan rekomendasi kepada asosiasi untuk memperkuat pengaturan distribusi ternak, baik itu ternak babi maupun Sapi Bali,” imbuh Krisna Budi.

Politisi Partai Golkar menambahkan, kalau dirinya bersama taman-teman di DPRD Bali juga akan mendorong Perusda untuk membentuk pabrik pakan di Bali. Bahkan program-program dari Dinas Pertanian terkait penanaman jagung dalam skala besar.

“D isitu kita dorong menjadi program unggulan dalam membantu memaksimalkan fungsi lahan yang ada di Bali. Semega setelah dalam waktu dekat di tahun 2023 ini sudah bisa terbetuk Pansusnya,” tambanya. SUS

Berikan Komentar