Era Covid-19, “SAMBIL MENYELAM MINUM AIR, ANGKAT BATU, ANGKAT PASIR, AMBIL AIR dan TANGKAP IKAN”

SEJAK zaman dahulu kala istilah “SAMBIL MENYELAM MINUM AIR” sangat familier kita dengar. Sekilas kata “kiasan” itu bermakna bahwa setiap orang wajib memanfaatkan setiap kesempatan secara PRODUKTIF, lebih bermanfaat, EFISIEN dan EFEKTIF. Atau singkatnya hidup harus “berhasil guna, berdaya guna, dan tepat guna” dan itu lebih mempresentasikan hanya sebagai mahluk pribadi atau individu saja. Mengapa ……?

*Jika hanya SAMBIL MENYELAM MINUM AIR saja, hal itu berarti hanya orang itu saja tidak HAUS dan MANDI sebab ia saja minum air dan ia saja bersih karena menyelam sendiri. Berarti baru kebutuhan dirinya sendiri terpenuhi sesuai keinginannya. Belum menyentuh ruang orang lain atau PUBLIK….

*KIASAN itu saya ubah saja dengan menambah angkat BATU, berarti ia lebih bermanfaat, sebab BATU bisa dijual untuk keperluan lain termasuk beli SEMEN.
*Angkat PASIR, tambah berguna lagi, sebab pasir bisa dijual lagi untuk kebutuhan lain termasuk beli BESI.

*Ambil AIR lagi, berarti anggota keluarga bisa minum air, dan sisanya dijual lagi untuk memenuhi keinginan lain, termasuk beli BATAKO-BATA.
*Tangkap IKAN, berarti bisa ia makan bersama keluarga dan sisanya dijual lagi untuk melengkapi kebutuhan lain, termasuk untuk bayar ONGKOS TUKANG.

Baca Juga :   MOMENTUM BERBAGI CAHAYA DI MASA COVID-19

*Analogi sederhana tersebut di atas, maka dalam kurun waktu tertentu anda bisa BIKIN PONDASI RUMAH.
*Bahwa hidup kita ini terklastering sebagai MAHLUK INDIVIDU dan MAHLUK SOSIAL, wajib perilaku “double” untuk dikolaborasikan dan disinergikan agar hidup kita menjadi SEIMBANG-HARMONI.

Jadilah pribadi cepat, tepat, akurat, cekat, kuat, hebat, sehat, berkat, bermartabat dan terhormat, sebab aktivitas dan hidup kita MULTITASKING dan Ber-MULTIFLIER EFFECT bagi orang lain.
*Sejalan itu jika kita ingin memutus mata rantai PANDEMI COVID-19, maka EGO dan sifat INDIVIDUAL wajib kita kolaborasikan menjadi KEKUATAN ALTERNTIF MAHA DAHSYAT. Saat kita berada di RUANG INDIVIDU, privat, atau DOMESTIC mari kita disiplin masing-masing : Cuci tangan, Mandi, Berjemur, Olahraga, konsumsi makanan sehat, Quality time bersama keluarga, PHBS, BERDOA dan lain-lain.

Tapi itu hanya diri kita dan keluarga yang sehat dan mungkin terhindar dari COVID-19. Jadi itu belum cukup, itu persis SEPERTI HANYA SAMBIL PENYELAM MINUM AIR. Mari kita EDUKASI MASYARAKAT di lingkup kecil sekalipun dengan cara memberitahu, mengingatkan, menjadi contoh dan berPUNIA sekecil apapun dan dalam bentuk apapun, terpenting berguna bagi sahabat kita dan orang lain yang membutuhkan.

Baca Juga :   Ny. Putri Koster Minta Pengusaha Berperan Aktif Majukan UMKM Bali

*Sementara itu di ruang KOMUNAL, Tempat terbuka dan RUANG PUBLIK kita wajib PAKAI MASKER, ATUR JARAK sebagai wujud dari GOOD EXAMPLE. Dan itu pastinya kita sendiri “kecil kemungkinan menularkan dan kecil pula kemungkinan tertular……TAT TWAM ASI.

Akhirnya saya sampaikan terima kasih pada teman, kawan, sahabat, kerabat dan masyarakat semua yang telah bersama-sama melakukan PENGHORMATAN dengan menempatkan TOLERANSI dan KEBERSAMAAN diatas kepentingan PRIBADI dan GOLONGAN terutama dalam MEMUTUS MATA RANTAI PANDEMI COVID-19 ini. *Oleh Prof. Dasi Astawa

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar