Dr. Mangku Pastika: Hadapi Persaingan Global, SMA Taruna Mandara Bertahap Terapkan Kurikulum Internasional 

“SMA Taruna Mandara menerapkan kurikulum nasional, serta secara bertahap akan diperkaya dengan kurikulum internasional, sehingga memberikan peluang kepada siswa untuk mengikuti berbagai lomba tingkat internasional. Setelah lulus siswa berpeluang besar diterima pada perguruan tinggi internasional atau bekerja pada perusahaan internasional”.

(Dutabalinews.com), Pendiri Yayasan Mandara Sejati (YMS) Dr. Made Mangku Pastika,M.M. membuka Inagurasi Angkatan ke III dan IV SMA Taruna Mandara melalui daring di Denpasar, Sabtu (17/7).

Dengan menerima kelas X berjumlah 60 taruna, sehingga total siswa SMA Taruna Mandara 152 orang. “Selamat sudah menjadi taruna, saat ini baru bisa menerima siswa lelaki saja, semoga bisa menghasilkan lulusan berkualitas, cerdas, tangguh, mandiri, berdaya juang tinggi, dan berkarakter kuat,” kata Mangku Pastika yang juga Anggota DPD RI Dapil Bali.

Mantan Gubernur Bali dua periode ini mengatakan sejatinya ingin bertatap muka langsung dengan para siswa. Tapi karena pandemi Covid -19, sementara waktu siswa diharapkan bisa belajar dari rumah. Untuk itu, peran orangtua diharapkan ikut serta mengawasi anak-anaknya agar bisa fokus belajar agar tidak terpengaruh pergaulan negatif. Tenaga pendidik juga diminta tetap dioptimalkan agar siswa bisa belajar dengan maksimal.

Menurut Dr. Mangku Pastika, bagi SMA Taruna Mandara pembelajaran online sudah terbiasa, karena sudah menerapkan model tersebut sebelum pandemi Covid -19. Dengan demikian, siswa agar membuka cakrawala gelombang internet dan teknologi untuk menambah wawasan sehingga menjadi generasi emas Indonesia 2045. Hal itu mengingat persaingan dan tantangan global yang semakin berat dan kompetitif pada masa akan datang, seiring bertambahnya jumlah penduduk.

SMA Taruna Mandara memiliki keunggulan baik di bidang pendidikan serta berasrama sehingga siswa tidak dikenakan biaya pendidikan, atau biaya pendidikan gratis. “Siswa tinggal di asrama sekolah, yang biaya hidup sepenuhnya gratis. Biaya pendidikan bersumber dari anggaran Yayasan, dan dimungkinkan Yayasan mendapatkan bantuan beasiswa atau bantuan donatur yang tidak mengikat,” tambah mantan Kapolda Bali ini.

Dengan mengusung tagline “Spirit, Skill, dan Stamina”,  tujuannya agar mampu menjadikan anak didik di SMA Taruna Mandara menjadi disiplin, pintar dan tangguh. Visi sekolah sebagai sekolah terdepan untuk membentuk pemimpin dan enterpreneur masa depan. Sedangkab misi sekolah untuk membentuk sumber daya manusia sebagai patriot putra-putri bangsa, menguasai wawasan dan nilai-nilai kepemimpinan, kewirausahaan serta memiliki kepedulian terhadap isu lokal, nasional dan global.

Baca Juga :   Perkuat Kualitas Pendidikan dan Penelitian, Undiksha Gelar ICIRAD dan ICoPESH

Dari segi sistem pendidikan, SMA Taruna Mandara ini memiliki kemiripan dengan SMA Bali Mandara. Namun, SMA Taruna Mandara tidak membatasi jumlah siswa yang ingin masuk. Melainkan siap menerima siswa sebanyak-banyaknya. Sekolah ini dilengkapi dengan wifi. Sebab, basic sekolah ini adalah e-Learning. Kelas disini kemungkinan akan kecil, beda dengan sekolah dulu kelasnya besar. Karena intinya, semua ruangan areal belajar.

SMA Taruna Mandara menerapkan kurikulum nasional, serta secara bertahap akan diperkaya dengan kurikulum internasional, sehingga memberikan peluang kepada siswa untuk mengikuti berbagai lomba tingkat internasional, serta setelah lulus berpeluang besar diterima pada perguruan tinggi internasional atau bekerja pada perusahaan internasional.

Sementara itu, Kepala SMA Taruna Mandara I Putu Mahendra Sumo Murti menambahkan, pihaknya sedang merampungkan proses vaksinasi siswa. Upaya itu dalam mendukung program vaksinasi dan sekaligus menyiapkan sekolah dalam menyambut PTM. “Ketika PTM belum terlaksana sekolah masih tetap mengikuti arahan Dinas Pendidikan Bali untuk tetap melaksanakan pembelajaran daring dan terus update persiapan PTM yang teraktual,” ungkapnya.

Salah satu siswa SMA Taruna Mandara I Putu Ngurah Yudhista Aditya mengharapkan bisa segera bertatap muka. Sekaligus bisa bertemu dan mendapatkan motivasi langsung dari Pendiri Yayasan Mandara Sejati (YMS) Dr. Made Mangku Pastika yang juga Gubernur Bali 2008-2018. “Berharap bisa kumpul, ketemu dengan Bapak Mangku, bimbinglah kami agar mencapai angan-angan dan cita-cita,” ungkap Yudhista Aditya.

SMA Taruna Mandara didirikan oleh YMS dilatarbelakangi oleh masih banyaknya anak-anak lulusan SMP di Bali yang berasal dari keluarga miskin, yang tidak mampu melanjutkan pendidikan. Di samping karena ketiadaan biaya juga karena daya tampung sekolah negeri yang sangat terbatas.

SMA Taruna Mandara didirikan dengan tujuan utama turut mengentaskan kemiskinan di Pulau Dewata, yang akan bersanding dengan SMAN Bali Mandara. SMAN Bali Mandara yang didirikan Pemerintah Provinsi Bali tahun 2011, sebagai sekolah yang digagas Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan tahun 2016 juga telah dibuka SMKN Bali Mandara, yang khusus bagi siswa miskin di Bali, setiap tahun hanya mampu menampung maksimal 200 siswa miskin. Padahal pendaftar rata-rata 900 orang siswa setiap tahun.

Baca Juga :   Rai Mantra Resmikan Spiga Radio Pendidikan

Nama SMA Taruna Mandara merupakan perpaduan dari nama SMA Taruna Nusantara di Magelang-Jawa Tengah dengan SMA Negeri Bali Mandara di Buleleng-Bali, dua sekolah negeri yang sudah eksis di tanah air, yang terbukti telah menamatkan lulusan-lulusan yang mampu menembus jajaran perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri.

Metode pendidikan di dua sekolah tersebut sama, yaitu berasrama, tetapi memiliki satu perbedaan ekstrim, yaitu asal-usul siswa dan pembiayaan. SMA Taruna Nusantara mensyaratkan calon siswanya memiliki nilai akademik bagus serta membiayai sendiri pendidikannya sampai lulus.

Sementara SMAN Bali Mandara mensyaratkan calon siswanya adalah dari keluarga miskin tetapi memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan, dengan biaya pendidikan sepenuhnya bersumber pada APBD Pemerintah Provinsi Bali setiap tahun. SMA Taruna Mandara akan mengadopsi semua keunggulan dari kedua sekolah tersebut, antara lain berasrama, menerapkan disiplin tinggi, membangun jejaring dengan perguruan tinggi/institusi ternama tingkat nasional/internasional, serta didukung dengan sarana-prasarana memadai.

Dukungan guru-guru profesional dan manajemen sekolah yang handal diharapkan mampu membawa sekolah ini eksis bersanding dengan dua sekolah inspiratornya terdahulu, serta melahirkan lulusan yang siap masuk ke berbagai perguruan tinggi ternama di tanah air atau di seluruh dunia, siap bersaing mengisi lapangan kerja pada berbagai perusahaan global ternama, serta siap mandiri sebagai seorang entrepreneur yang unggul. (ist)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar